Deskripsi Alternatif Model Implementasi Kurikulum

Deskripsi Alternatif  Model Implementasi Kurikulum
Ada beberapa hal penting untuk menerapkan model pengembangan implementasi manajemen strategi ini :
1.      Implementasi kurikulum di pandanag sebagai sistem
2.      Masing-masing komponen proses terdapat komponen-komponen lain yang membentuk komponen tersebut.
3.      Setiap tahap atau fungsi pengelelolaan kurikulum juga terdapat tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
4.      Setiap kegiatan selalu diperhatikan keadaaan faktor internal dan eksternalnya.
5.      Tujuan pada setiap tahapan proses implementasi di tujukan untuk memperbaiki kondisi pelaksaaan.
1.      Tahap perencanaan implementasi
Tahap ini bertujuan untuk menguraikan visi dan misi atau mengembangkan tujuan implementasi yang ingin dicapai. Usaha ini mempertimbangkan metode (teknik), sarana dan prasarana pencapaian yang akan digunakan, waktu yang dibutuhkan, besar anggaran, personalia yang terlibat, dan sistem evaluasi, dengan mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai beserta situasi, kondisi, serta faktor internal dan eksternal
Tahapan proses pembuatan keputusan :
a. identifikasi masalah
b. pengembangan setiap alternatif metode, evaluasi, personalia, anggaran dan waktu.
c. evaluasi setiap alternatif tersebut
d. penentuan alternatif yang paling baik.

Proses evaluasi atau pemilihan alternatif tersebut dilakukan melalui teknik analisis SWOT (streng, weakness, opportunity, dan threat).

Hasil nyata dari tahap ini adalah blue print (cetak biru) yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan.
2.      Tahap pelaksanaan implementasi
Tujuan : melaksanakan blue print yang telah disusun dalam fase perencanaan, dengan menggunakan sejumlah teknik dan sumber daya yang ada dan telah ditentukan pada tahap perencanaan sebelumnya.
Pelaksanaan dilakukan oleh suatu tim terpadu, menurut departemen/seksi masing-masing atau gabungan, bergantung pada perencanaan sebelumnya.
Hasil dari pekerjaan ini adalah tercapainya tujuan-tujuan kegiatan yang telah ditetapkan untuk meningkatkan pemanfaatan dan penerapan kurikulum.
3.      Tahap evaluasi implementasi
Tahap ini bertujuan untuk melihat dua hal, yaitu :
1.      Melihat proses pelaksanaan yang sedang berjalan sebagi fungsi kontrol.
2.      Melihat hasil akhir yang dicapai
A.    Definisi kurikulum
Menurut Morrison, evaluasi adalah perbuatan
pertimbangan berdasarkan seperangkat criteria
yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan.
Buku the school curriculum, evaluasi dinyatakan
sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis
data secara sistematis, yang bertujuan membantu
pendidik memahami dan menilai suatu kurikulum,
memperbaiki metode pendidkan.
Buku curriculum planning and development,
bahwa evaluasi proses untuk menilai kinerja
pelaksanaan suatu kurikulum. Didalamnya
terdapat tiga makna yaitu :
  1. Evaluasi tidak akan terjadi kecuali telah mengetahui tujuan yang akan dicapai.
  2. Untuk mencapai harus diperiksa hal yang telah sedang dilakukan.
  3. Evaluasi harus mengambil kesimpulan berdasarkan kriteria tertentu.

B.     Berbagai aspek evaluasi kurikulum
1.      Keterkaitan antara evaluasi kurikulum dan pengembangan kurikulum
§  Evaluasi kurikulum dan sistem kurikulum
§  Evaluasi kurikulum dan pengembangan kurikulum

Untuk mengembangkan fungsi dan makna  evaluasi kurikulum ada empat keadaan yang harus dihindari, adalah:
§  Apabila dalam desain kurikulum sama sekali tidak terdapat rancangan evaluasi, ini tidak perlu dilaksanakan
§  Apabila dalam proses evaluasi terjadi penyimpangan tujuan evaluasi
§  Evaluasi sering digunakan sebagai alat peserta didik, yang justru sebenarnya harus menimbulkan kepercayaan diri pada peserta didik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar