Model Pembelajaran Membaca Pada Siswa Sekolah Dasar

Model pembelajaran membaca sangat dibutuhkan oleh setiap siswa. Mengajari seseorang membaca bukanlah perkara yang sulit tapi tidak bisa juga dikatakan mudah. Pengajar harus ulet, sabar, dan tekun ketika mengajari murid-muridnya. Sebenarnya pembelajaran membaca tidak hanya diberikan pada siswa sekolah dasar, tapi juga diberikan kepada siswa sekolah menengah dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

Model Pembelajaran Membaca

Terdapat beberapa metode dalam pembelajaran membaca agar siswa bisa membaca dengan cepat. Biasanya siswa sekolah dasar diberikan media pembelajaran membaca dan menulis sehingga mereka bisa belajar lebih banyak dirumah. Pada artikel ini, hanya akan dibahas mengenai cara pembelajaran membaca untuk anak sekolah dasar.

Model Pembelajaran Membaca Untuk Siswa SD

1. Metode Mengeja

Hampir semua guru di sekolah dasar menggunakan cara ini untuk mengajarkan membaca pada murid baru. Pada tahap pertama, murid diperkenalkan dengan huruf-huruf dari A sampai Z dengan cara melafalkan dan mengingat bentuknya. Setelah mereka hafal, maka guru akan merangkaikan huruf vokal dengan huruf mati sehingga membentuk sebuah suku kata. Misalnya m, e, j, a di lafalkan menjadi me-ja.

Kemudian setelah siswa lancar mengeja setiap suku kata, kesulitan membaca akan ditingkatkan. Yaitu siswa akan disuguhkan bahan bacaan yang terdiri dari beberapa kata. Selain belajar membaca, mereka juga sekaligus diajarkan mengingat setiap kata dan belajar untuk merangkai kata. Langkah ini terus harus dilakukan hingga siswa benar-benar bisa.

2. Metode Bunyi Suara



Dalam metode ini, siswa diajarkan membaca dengan cara menirukan suara guru yang mengeja rangkaian huruf di depan kelas. Proses pelatihan ini harus terus dilakukan secara terus-menerus hingga siswa terbiasa melihat bentuk dan melafalkan huruf. Cara ini termasuk ke dalam metode pembelajaran mendengarkan, menyimak, sekaligus menghafal.
Sehingga semuanya bisa dilakukan dalam satu waktu.

Namun kelemahan model pembelajaran membaca ini yaitu proses untuk menjadi ‘bisa’ lebih lama dibanding dengan model mengeja. Karena disini murid bergantung pada keaktifan guru didepan kelas, sehingga mereka tidak bisa mengeksplore setiap bahan bacaan dan berlatih secara mandiri.

3. Metode Suku Kata

Cara ini dilakukan bagi siswa yang sudah hafal huruf dan bisa mengeja. Dalam metode suku kata, kesulitan sedikit lebih tinggi dibanding dua metode yang sudah dijelaskan diatas. Karena dalam metode ini, siswa akan dikenalkan dengan kata yang memiliki jumlah huruf banyak. Sehingga dalam satu kata mungkin terdapat lebih dari dua suku kata.

Simak Juga Pengertian Model Pembelajaran Discovery yang sebenarnya

Kemudian selain itu, pola ini juga mengajarkan peserta didik untuk merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang cukup panjang. Biasanya cara ini banyak digunakan sebagai pendekatan pembelajaran bahasa indonesia di SD untuk siswa kelas 2. Pada tingkat ini juga siswa sering diberi metode pembelajaran mendengarkan sekaligus menulis misalnya dengan cara dikte.

4. Metode Global

Metode ini biasanya di implementasikan pada siswa sekolah dasar kelas 3. Model global mengajarkan siswa untuk mengenal benda-benda yang ada di sekitar dan menuliskannya dalam bentuk ejaan, suku kata, atau tulisan sempurna. Tujuan dilakukannya model ini yaitu untuk melatih kebiasaan menulis serta meningkatkan kemampuan membaca kata yang sulit untuk dilafalkan, terutama sebuah kata yang terdiri dari lima huruf, misalnya optik, ember, dan sebagainya.

Model pembelajaran membaca yang telah dipaparkan diatas hanyalah beberapa dari sekian banyak macam-macam pendekatan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Karena bahasan diatas ruang lingkupnya hanya meliputi pembelajaran untuk anak SD. Masih banyak metode membaca lain untuk tingkat SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi.

0 komentar:

Posting Komentar